Rab. Feb 26th, 2020

Menjadi Raja

Gambar apkgk

Iskandar Muda menjadi Sultan penuh keunikan, awalnya dia bertengkar dengan Sultan Muda di Banda Aceh dan mencari perlindungan pada Gubernur Pedir di Sigli. Keduanya, baik Sultan Muda dan Gubernur Pidie adalah Paman bagi Iskandar Muda yang kala itu berusia 21 tahun.

Lantas dihasutnya Gubernur Pedir agar diizinkan membawa pasukan untuk menyerbu Banda Aceh. Kebetulan Paman (Sultan Muda) di Aceh bereaksi lebih cepat, menyambutnya, mengalahkan Pasukan Pedir yang dipimpin Iskandar Muda dan menawannya.

Tiba-tiba Portugis melihat huru-hara perang saudara, menyerbu istana Aceh. Sultan Muda mengetahui ketangkasan dan keberanian Iskandar Muda, mengeluarkan dari penjara dan memberinya kedudukan Panglima. Iskandar Muda berhasil memukul mundur Portugis yang sudah mendarat.

Tiba-tiba pamannya Sultan Muda meninggal dunia, malam kemenangan tersebut, jadilah Panglima itu sebagai Sultan menggantikan pamannya. Penobatan Iskandar Muda sebagai Sultan dilakukan pada 6 Zulhijah 1015 H (awal april 1607 M).

Tinggal pamannya satu lagi di Pedir (Gubernur), terus Iskandar mengirim pembunuh-pembunuh bayaran untuk membunuh pamannya sendiri. Jadilah dia sendiri menguasai Aceh dan Pedir.

Begitulah Beaulieu seorang laksmana Perancis memberi kesaksian tentang pribadi seorang Iskandar Muda yang memimpin Aceh dari 1607-1636. (Buku Kerajaan Aceh Darussalam, Denny Lombard; 107).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *