Kam. Sep 19th, 2019

Kisah Panteu Marsose

Panteu Marsose (2016) terancam punah

Kuala Panteu
“Perjalanan yang dilupakan”

Sebuah perjalanan penuh rintangan dan melelahkan bagi Belanda dalam mengejar Mujahidin Tiro dan Pasukan Teuku Umar dipahat dalam sebuah bangunan Bangku (Panteu) Marsose tahun 1930 di Tangse. Tempat ini kemudian dikenal sebagai Kuala Panteu, Gampong Blang Malo Kecamatan Tangse, Pidie.

985b3e6cd35c200e8d97a251d7b56d61080ef28fcf7132287d93369d2935eeee

Marechausseebank, ter ere van het korps Marechaussee, op de weg naar Tangse 1930 (Panteu Marsose di Blang Malo) sumber : //media-kitlv.nl

Panteu ini juga menjadi bukti atas pantang menyerahnya pasukan Aceh. Pernah dikisahkan Ratu Belanda sangat penasaran pada keturunan terakhir Tgk Chik Ditiro agar ditangkap hidup-hidup, namun sekali lagi Mujahidin Tiro tidak pernah menyerah dan memilih mati mulia, hingga akhinya kepala seorang syuhada Tiro menghilang- entah dibawa kemana.

Perjalanan besar dalam sejarah ini seperti dilupakan, bangunan Panteu hampir roboh dan menghilang. Masih terdapat sisa-sisa bangunan Panteu disamping sebuah Balai yang dibangun dalam kawasan milik Apa Karya.

Menunggu sambil kita berharap ada yang mau peduli, bukanlah untuk memuja bangunan mati, tapi sebagai catatan bagi yang hidup bahwa perjuangan meraih merdeka bukanlah jalan mudah dan singkat.

Perjalanan Ke Tangse, inilah pemandangan Kuala Panteu Blang Malo tempat Panteu Marsose itu berada.

20161212_151103

Jembatan Kuala Panteu dari arah Tangse – Keumala

20161212_151222

Jembatan Kuala Panteu dari arah Keumala-Tangse

20161212_151144

Sebuah Balai berdiri disamping bangunan Panteu Marsose yang tidak terawat dan           terancam rubuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *