Jum. Nov 22nd, 2019

Kisah Frilla Geubrina Djufri

Gambar Frilla Geubrina Djufri, S.Pd M.TESOL Candidate Faculty of Education Monash University, Clayton, VIC Faculty of Education Monash University, Clayton, VIC

Kisah Frilla Geubrina Djufri
-hikayat Cupo dan kaum muda kita

IMG_0678

Frilla Geubrina Djufri, S.Pd M.TESOL Candidate Faculty of Education Monash University, Clayton, VIC

Perempuan cukup kuliah sampai di Lamnyong saja, jauh-jauh ke Australi untuk apa?” kata Cupo pada Gebi Frilla Geubrina pagi itu.

“Kamu mau jadi perawan tua?” Cupo mulai melempar “gas sarin”, karena dari tadi Gebi diam saja.
Bagai dihantam gas kimia Bashar al-Assad, Gebi berdehem pelan, terasa sesak napas. Diminumnya air putih hidangan Cupo.

Cupo sejak zaman Mante sampai kini memasak air putih dan tidak mau mengkonsumsi air mineral “toko” ber-merk apalagi tanpa merk.

“Cupo, Apakah perempuan hanya dirumah saja menunggu lelaki!”. Gebi mulai melakukan “serangan balasan”: melempar batu intifada, tidak terlalu kuat tapi cukup mengejutkan.

“Perempuan cerdas akan melahirkan anak cerdas, itu tekad saya Cupo,” kata Gebi mencoba menahan diri, bagaimanapun Cupo sudah banyak makan asam garam kehidupan, barangkali tradisi masa lalu demikian, tapi tidak untuk masa depan.

Cupo terlihat sedih, niatnya mungkin agar tidak jauh dari Gebi, keluar negeri tentu bukan seperti pergi ke Sigli, tidak bisa naik “lion darat” L300 Bang Uma langganan Cupo dari masa ke masa.

“Don’t Cry For Me, Cupo!”
Jangan menangis untuk saya, Cupo!

Gebi finalis Inong Banda Aceh 2013, guru les cantik bahasa Inggris Martunis “CR7” memutuskan melanjutkan kuliah di Monash University Melbourne, Victoria Australia tahun lalu.

Gebi terlalu kuat untuk ditaklukan, seorang lelaki putus asa yang kehabisan cara melempar sindiran menyengat:

“Kalau cewek sekolahnya tinggi-tinggi sebelum nikah, susah diajak ke pelaminan nanti dek, segan cowok dekatin tipe cewek master gitu” katanya.

Seperti disengat Electrophorus Electricius (Belut Listrik atau Ileh Pe-eL-eN) berdaya 660 volt, Gebi terhuyung tapi hanya sesaat.
Perempuan adalah makhluk tangguh, sejarah dunia membuktikan bahwa obat kuat dibuat untuk lelaki bukan untuk perempuan.

Gebi ketika mau menangis, selalu ingat pesan bundanya: “jangan buang air matamu untuk mereka yang bersuka ria memperolokmu, buatlah suatu waktu mereka akan menangis terharu melihat tekadmu!”.

-One good mother is worth a hundred schoolmasters- ‘seorang ibu yang baik setara dengan seribu guru pria’- George Herbert.

Itulah dunia Gebi, lupakan “sengatan” belut listrik dan serbuan “gas kimia” Cupo, tetaplah fokus meraih cita menjadi Master of Teaching English to Speakers of Other Language.

You can do it!

#cermindonya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *