Rab. Apr 1st, 2020

Semilir angin bertiup di punggung bukit yang terjal di sisi selatan, menghadap ke lembah Tangse. Angin manja itu membawa aroma “kuah reubong kala” (Kecombrang) bercampur daging ayam dan bebek memenuhi isi bukit itu.

Altar tanah merah menukik tajam di sisi bukit, mengikuti alur deretan lahan baru di Bukit Glee Metareut Pulo Masjid, Tangse. Sinar matahari di pagi itu masih tertutup awan-awan yang menggumpal, udara sejuk terus saja menusuk tulang.

Sejauh mata memandang, hamparan lembah dengan pematang sawah terus saja menghipnotis mata.

Pagi belum beranjak, matahari masih seperempat bertiang pada Tongkat Ali pohon herbal yang masih tersisa. Rombongan warga sudah dari pagi menapak bukit. Sebagian ibu-ibu membawa bekal makanan, sebagian menyiapkan kuah dan menu tambahan.

“Kanduri Glee pertama di lahan Glee Metareut City,” kelakar Ian Pumesta, Ketua Pemuda Tani HKTI Pidie ketika disambangi sedang mengaduk “cawo” kuah reubong kala, ahad 15/3/2020.

Memasak kuah bungong kala di Glee Metareut dengan latar lembah Tangse yang menggoda

Kuah menggoda berwarna kuning ini mengugah mata untuk segera melahapnya, irisan daging, beberapa daging ayam pilihan serta aroma kecombrang cukup menyita pandangan agar tak berpindah mata.

**
Sejak beberapa waktu lalu, warga dua gampong yaitu Pulo Masjid 1 dan Pulo Masjid 2 menjadikan Bukit di sisi utara desa nya sebagai kebun sekaligus “gampong” masa depan.


**
Setiap ke bukit ini, selalu ada sensasi kuliner yang disiapkan warga, dari masakan khas Tangse yang menggelora rasa sampai lincah unik yang menggoyang lidah. Semua sajian kerap disajikan bersama sambil menikmati semilir angin menyejukkan.

Jam menunjukkan waktu jelang dhuhur, perlengkapan logistik makanan pun dihidangkan. Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud yang juga Putra Tangse ini nampak berbaur dengan warga menyantap masakan dengan nikmat. Mungkin ini sarapan paling nikmat di dunia, bukan soal menu tapi sensasi kenduri di atas ketinggian 800 – 1200 mdpl adalah kenikmatan sempurna.

Foto : Glee Metareut,Tangse.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *