Jum. Nov 22nd, 2019

BNNK Banda Aceh Fokus Cegah Berdaya dan Rehab Narkoba

Kepala BNN Kota Banda Aceh Hasnanda Putra didampingi Kasubbag Umum Fuzla Hanum dan Kasi Rehabilitasi Desi Rosdiana ketika menggelar Konferensi Pers di Media Center BNNK (4/9)

Banda Aceh : Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh diusianya yang masih muda terus melakukan kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba kepada seluruh warga Kota Banda Aceh.

Kepala BNN Kota Banda Aceh Hasnanda Putra menyampaikan bahwa pihaknya fokus pencegahan, pemberdayaan dan rehabilitasi sebagai upaya mewujudkan Banda Aceh Gemilang Tanpa Narkoba.

“BNN Banda Aceh siap sedia mendukung Walikota mewujudkan Banda Aceh Bersinar ,” kata Hasnanda Putra.

Penyataan ini disampaikan dalam jumpa pers di Media Center Kantor BNNK Banda Aceh, di Gampong Beurawe, Kota Banda Aceh, Rabu (4/9/2019).

Memang narkoba bukan lagi sekedar cerita seberang lautan, namun telah berada di depan pintu-pintu rumah.

“Tidak ada lagi kata-kata bahwa narkoba ibarat musuh masih jauh, ini sudah menusuk pertahanan kita, sudah saatnya kita bergerak bersama,” lanjut Hasnanda.

Badan Narkotika Nasional sebagai lembaga negara yang memiliki kewajiban penuh dalam penanganan permasalahan Narkoba di Indonesia, menjadi garda terdepan dalam memutuskan langkah dan kebijakan yang diambil guna mengatasi peredaran gelap Narkoba dan menekan laju angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba.

Menurut Kepala BNN Kota Banda Aceh ini perlu langkah-langkah preventif ditempuh sebagai upaya untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan diri terhadap Narkoba.

“Pengedar itu menyasar kaum muda, target mereka memang menghancurkan bangsa, karena pemuda adalah pelanjut estafet bangsa” tuturnya.

Survei BNN dan LIPI di tahun 2018 menunjukan, sekitar 2,297,492 jiwa dari kalangan Pelajar dan mahasiswa di Indonesia terpapar narkoba. Data tersebut juga menunjukan puluhan ribu diantaranya berada di Aceh.

Kondisi darurat narkoba ini hanya akan mampu kita perbaiki dengan peningkatan peran pemuda yang positif dan kreatif, disamping peranan utama keluarga dalam hal ini ayah dan ibu.

Pemuda adalah kunci pembangunan, tidak boleh bersikap berdiam diri melihat banyaknya pelajar dan mahasiswa yang terpapar narkoba.

BNN Kota Banda Aceh juga ikut memberdayakan kaum muda melalui pelatihan dan budi daya jahe merah yang bekerjasama dengan PT Bintang Toedjoe untuk warga Kecamatan Ulee Kareng dan Pelatihan handycraft yang melibatkan sebagian warga gampong Peunayong Kecamatan Kuta Alam.

Selain itu program BNN menyapa juga gencar dilakukan yang bertujuan untuk menghimbau masyarakat agar tanggap terhadap bahaya narkoba.

Tugas ini adalah kerja bersama. Untuk itu pencegahan dan pemberantasan narkoba dibutuhkan komitmen, semangat, dan tekad yang kuat dalam mengatasi permasalahan yang tanpa batas ini.

“Memerangi Narkoba harus menjadi kewajiban bersama. Oleh karena itu dukungan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan kota kita bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba,” pungkas Hasnanda Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *